Apa Itu Aplikasi Clubhouse

Apa Itu Aplikasi Clubhouse yang Lagi Trending Simak Penjelasannya

Teknologi Trending

Berita Terkini dan Terbaru – Aplikasi Clubhouse mendadak jadi trending dan populer di kalangan pengguna internet. Popularitasnya melejit karena sempat dipakai oleh orang terkaya di dunia yakni Elon Musk.

Namun rupanya, aplikasi ini sudah ada sejak Maret 2020 dan diluncurkan oleh wirausahawan Silicon Valley, Paul Davidson dan Rohan Seth. Pada Mei 2020, aplikasi ini hanya punya 1.500 pengguna dan nilai valuasinya USD 100 juta (Rp 1,4 triliun).

Per 1 Februari 2021, Clubhouse sudah punya 2 juta pengguna sementara nilai valuasinya mencapai USD 1 miliar.

Lantas lalu apa itu aplikasi Clubhouse? Mengutip laman The Guardian, Senin (15/2/2021), Clubhouse merupakan aplikasi jejaring sosial ekslusif berbasis obrolan suara dan saat ini hanya tersedia untuk pengguna perangkat iOS.

Para pengguna bisa mendengarkan obrolan, wawancara, dan diskusi mengenai berbagai topik. Bisa dikatakan, Clubhouse mirip dengan podcast namun live dan ekslusif.

Ekslusif ini karena pengguna Clubhouse mesti mendapatkan undangan dari teman yang sudah jadi pengguna. Artinya, kamu tidak bisa asal unduh aplikasi dari App Store lalu membuat akun seperti jejaring sosial lainnya.

Bergabung di Clubhouse

Ketika kamu bergabung jadi pengguna Clubhouse, kamu akan diminta memilih topik yang diminati. Misalnya topik tentang teknologi, buku, bisnis, atau kesehatan.

Makin banyak informasi yang kamu bagikan di aplikasi ini, makin banyak ruang obrolan dan pengguna Clubhouse yang akan merekomendasikan berbagai obrolan yang bisa diikuti.

Ruang obrolannya mirip dengan conference call, namun hanya ada sejumlah orang yang bicara dan kebanyakan mendengarkan. Mirip dengan panggilan telepon, ketika obrolan telah selesai, ruang obrolan akan tertutup.

Bagaimana cara gabung di Clubhouse? Caranya, kamu harus mendapatkan undangan dari orang yang sudah jadi pengguna. Pengguna tersebut akan membagikan link undangan ke nomor telepon kamu via SMS.

Baca Juga: Viral Fakta Munculnya Pemberitahuan WhatsApp di Status Pengguna

Link tersebut menuju ke toko aplikasi App Store untuk mengunduh Clubhouse dan langsung sign-up.

Undangan Sampai Di perjual belikan

Namun, pengguna Clubhouse tak bisa mengirimkan undangan kepada siapa saja yang ingin bergabung. Pada awalnya, pengguna yang sudah ada hanya memiliki dua undangan yang tersedia.

Dalam unggahan blog belum lama ini, pembesut Clubhouse mengatakan, tujuan mereka di tahun 2021 adalah menyelesaikan aplikasi tahap beta. Dengan demikian nantinya mereka bisa membuka Clubhouse untuk pengguna yang lebih luas di seluruh dunia.

Saking ekslusifnya Clubhouse, di Tiongkok, undangan untuk menggunakan aplikasi ini bahkan sampai dijual di e-commerce. Kendati demikian, pada 8 Februari 2021, Cubhouse diblokir di Tiongkok.

Fakta di Balik Aplikasi Clubhouse yang Lagi Viral dan Trending

1. Sejarah singkat Clubhouse, aplikasi media sosial eksklusif iOS

Jika kamu belum pernah dengar Clubhouse, itu lumrah. Aplikasi ini baru hadir pada April 2020, buah pemikiran pengusaha Paul Davison dan mantan karyawan Google, Rohan Seth, dari Alpha Exploration Co. Seperti Zoom dan aplikasi teleconference lainnya, Clubhouse juga mendulang popularitas berkat pandemi penyakit virus corona baru (COVID-19).

Pada Mei 2020, Forbes melaporkan bahwa Clubhouse juga mendapatkan pendanaan Seri A (series A round) sebesar 12 juta dolar AS (sekitar Rp168 miliar) dari firma modal ventura AS, Andreessen Horowitz. Per Desember, valuasi Clubhouse setara US$100 juta (sekitar Rp1,39 triliun).

2. Fitur Clubhouse dan masa depannya di platform lain

Bayangkan aplikasi media sosial, tetapi berbasis audio. Nah, itulah Clubhouse. Para pengguna Clubhouse dapat mendengarkan obrolan, wawancara, hingga diskusi mendalam tentang berbagai topik, dari politik, ekonomi, hingga musik, kesehatan, dan astrologi, langsung dari narasumber yang berkualitas juga!

Pertama gabung di Clubhouse, kamu bisa memilih topik kesukaanmu, lalu kamu akan mendapatkan “ruang percakapan” atau club dan narasumber recommended hanya untukmu! Dengan konsep seperti conference call di Zoom atau Google Meet, kamu bisa mendengarkan siniar/podcast menampilkan para narasumber berbagi ilmu mereka.

Setelah podcast tersebut selesai, ruang percakapan ikut hilang. Tetapi, sebagian besar YouTuber kondang pun juga merekam percakapan agar yang tidak mengunduh Clubhouse pun bisa ikut mendengarkan wejangan dari para narasumber.

3. Hanya member eksklusif yang bisa masuk, Clubhouse digandrungi oleh selebritas papan atas AS

Per Desember 2020, Clubhouse mencatatkan sekitar 600 ribu pengguna. Angka yang kecil, bukan? Hal ini dikarenakan Clubhouse tidak sembarangan menerima pengguna! Selain itu, Clubhouse juga baru terbatas pada App Store di iOS. Namun, Clubhouse tidak menutup kemungkinan bahwa versi Android juga akan tersedia dalam “waktu dekat”.

Pengguna Clubhouse yang berbaik hati pun tidak dapat sembarangan mengirimkan undangan. Mereka hanya bisa mengirimkan dua undangan saja!

Namun, pada blog mereka pada Januari 2021, Clubhouse berencana untuk “membuka Clubhouse untuk dunia”. Jadi, para pengguna produk Apple dapat mengunduh Clubhouse. Tetapi, untuk menciptakan akun? Kamu harus menunggu undangan dari Clubhouse langsung.

Karena eksklusivitasnya, pengguna Clubhouse didominasi oleh figur publik dan selebritas AS. Beberapa selebritas AS seperti rapper Drake, aktor dan penyanyi Jared Leto, hingga komedian kelas kakap Kevin Hart ikut menggunakan Clubhouse untuk berbagi.

4. Elon Musk mampir, saham “Clubhouse” langsung stonk!

Pada 1 Februari lalu, Clubhouse kedatangan bintang tamu besar. Siapa lagi kalau bukan Elon Musk! Diundang dalam ruang percakapan “GOOD TIME Club” bersama pakar teknologi Sriram Krishnan dan Aarthi Ramamurthy, Musk juga kemudian mendatangkan CEO dari perusahaan layanan bisnis Robinhood, Vlad Tenev.

Mengingat insiden antara Robinhood, GameStop, dan Reddit serta keberadaan Elon Musk, jumlah pendengar Clubhouse di ruang percakapan tersebut memecahkan rekor! Sampai-sampai, banyak YouTuber ikut melakukan live-streaming ruang percakapan Musk dan Tenev. Untungnya, Musk pun telah mengunggah durasi penuh dari percakapan tersebut.

Karena “Elon effect”, jumlah pengguna Clubhouse ikut meroket jadi 2 juta. Melansir situs Software Pundit, pada Januari 2021 saja, valuasi Clubhouse sudah mencapai 1 miliar dolar AS (hampir Rp14 triliun)

Bahkan, perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan Clubhouse pun ikut “kecipratan” untungnya. Padahal, cuma namanya sama! Iya, nilai saham Clubhouse Media Group (CMGR) dilaporkan menguat 45 persen pada Senin.

Padahal, CMGR beda dengan Clubhouse! CMGR adalah perusahaan hasil akuisisi “Tongji Healthcare Group, Inc.”, atas perusahaan influencer “The Clubhouse”.

“Kami tidak berafiliasi dengan aplikasi [Clubhouse]. Kami tidak ingin disamakan dengan mereka. Kami tidak tahu mengapa penguatan [saham] tersebut bisa terjadi. Mungkin, karena Elon Musk. Kami tidak tahu,” sebut juru bicara CMGR pada Business Insider.

5. Clubhouse dikekang di Tiongkok dan diincar oleh Facebook

Popularitas Clubhouse juga ikut menjamur hingga ke “Negeri Tirai Bambu”. Dilansir oleh Reuters, saat itu, Clubhouse di Tiongkok belum disensor oleh pemerintah Tiongkok.

Oleh karena itu, para penggunanya, dari rakyat biasa hingga penguasa, bisa mendiskusikan berbagai topik biasa hingga “sensitif” mengenai pemerintahan, dari demonstrasi Hong Kong hingga Taiwan.

Akan tetapi, situs Technode dan The New York Times memberitakan bahwa Clubhouse sudah tidak bisa diakses mulai 8 Februari 2021 di Tiongkok.

Persaingan pun tambah panas karena Facebook juga tidak mau ketinggalan! Selain Elon Musk, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, juga ikut meramaikan Clubhouse pada Sabtu (6/2) lalu. Pada kesempatan tersebut, Zuckerberg berbicara mengenai realitas tertambah (AR) dan realitas virtual (VR).

Baca Juga: CEO Facebook Mark Zuckerberg Bela Kebijakan Baru WhatsApp yang Kontroversial

Melansir The New York Times, Facebook dikatakan juga tengah menjajal peruntungan di sektor komunikasi audio untuk berkompetisi dengan Clubhouse. Apalagi, perusahaan media sosial terbesar di dunia tersebut juga tengah mengembangkan aplikasi tandingan Clubhouse!

Terkenal “mencaplok” Instagram hingga WhatsApp, Facebook pun kelihatannya tidak ingin main-main dengan Clubhouse. Siapa pemenangnya? Tunggu tanggal mainnya.

Baca Juga: Sempat Dihapus, Instagram Akan Kembalikan Tampilan Jumlah Like