Banjir dan Longsor di Nganjuk

Banjir Serta Longsor Timpa Nganjuk Banyak Korban Hilang

Daerah Trending

Berita Terkini dan Terbaru – Hujan deras yang mengguyur pada Minggu kemarin tanggal (14/2) sore hingga malam, menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk banjir serta longsor. Akibat hal itu dilaporkan ada banyak korban hilang yaitu 23 orang belum ditemukan alias masih dalam pencarian.

Sebanyak 23 warga Selopuro, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), diduga hilang akibat bencana alam tanah longsor yang terjadi di wilayah setempat.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nurseno membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku saat ini bersama dua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim, sedang perjalanan menuju ke Nganjuk.

Satriyo Nurseno Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim mengatakan, bencana banjir terjadi di tiga Kecamatan tengah kota Nganjuk, yakni Kecamatan Berbek, Kecamatan Nganjuk, dan Kecamatan Loceret. Bahkan, ketinggian air di Kecamatan Berbek terpantau hingga 2,5 meter.

“BPBD Jatim menerima laporan banjir terjadi di 3 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk yaitu Berbek, Nganjuk, dan Loceret. Di kecamatan Berbek 2,5 meter. Kemudian ada beberapa warga yang sudah dievakuasi,” ujar Satriyo, Minggu (14/2) malam.

Untuk lokasi paling parah yakni tiga desa di Kecamatan Berbek dengan ketinggian air banjir 1-2,5 meter yakni Sendangbumen, Sonopatik, dan Grojogan.

Kemudian tiga desa di Kecamatan Nganjuk Kota tergenang banjir dengan ketinggian 40-80 cm yakni Kelurahan Ploso, Jatirejo, dan Payaman. Selanjutnya tiga desa lainnya yang tergenang banjir 30-80 cm ada di Kecamatan Loceret yakni Desa Sukorejo, Kelurahan Tanjungrejo, dan Kelurahan Ganungkidul.

Ia menambahkan, tidak hanya banjir, namun bencana tanah longsor juga terjadi di Selopuro, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Dalam kejadian ini 23 orang warga dilaporkan belum ditemukan. Sementara 15 orang telah dievakuasi.

“Informasi yang kita terima 15 orang sudah ditemukan. Masih 23 orang belum ditemukan. Kami belum dapat informasi pasti, kami masih perjalanan ke Nganjuk,” kata dia.

“Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, setelah diguyur hujan deras mulai pukul 14.30 WIB,” ucapnya.

Baca Juga: Gempa Besar Jepang Terkini 7,1 Magnitudo Tidak Berpotensi Tsunami