Banjir Gunung Mas Puncak Bogor

Fakta Tentang Banjir Bandang yang Menerjang Kawasan Puncak Bogor

Daerah

Banjir Bandang yang Menerjang Kawasan Puncak Bogor. Jalan desa penghubung Agrowisata Gunung Mas Puncak yang digenangi lumpur sisa banjir bandang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1).  Daerah itu disebut kawasan Gunung Mas.

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, banjir bandang itu dipicu hujan deras. Hujan yang mengguyur wilayah Bogor sejak Senin (18/1) malam hingga Selasa (19/1) menyebabkan longsor dan banjir.

Camat Cisarua, Deni Humaedi, mengatakan banjir bandang terjadi sekitar pukul 09.40 WIB di kompleks Gunung Mas, Blok C, RT 02 RW 02, Desa Tugu Selatan.

Selain itu, banjir bandang juga terjadi di Kampung Rawa Dulang RT 02/03 masih di Desa Tugu Selatan. Meski begitu, sejauh ini BPBD Jabar belum menerima laporan korban tewas akibat banjir bandang itu. Namun mereka masih terus melakukan pemantauan di lapangan.

Berikut  rangkuman sejumlah fakta banjir bandang di Puncak :

Banjir Bandang Gunung Mas Puncak di Lahan PTPN VIII

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, lokasi banjir bandang di Puncak berada di area permukiman warga pemetik teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.
Menurut Ade Yasin, kawasan itu dikenal sebagai lokasi wisata Agrowisata Gunung Mas. Di dalamnya juga terdapat sejumlah vila untuk para wisatawan.
“Lahan-lahan di sana kan rata-rata milik PTPN ya. Yang punya kewenangan pihak mereka,” ujar Ade Yasin.

Ade menjelaskan, menurut laporan sementara yang diterimanya, banjir bandang disebabkan adanya longsoran. Namun, dia belum tahu di mana lokasi longsoran tersebut.

Baca Juga : Gunung Merapi Muntahkan 3 Kali Awan Panas

Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak karena Longsor

Ade Yasin menuturkan, penyebab banjir bandang yang terjadi di kawasan Agrowisata Gunung Mas Puncak karena ada longsoran. Namun, dia belum tahu di mana lokasi longsoran tersebut.

“Penyebabnya sendiri longsor entah dari mana. Kita sedang tunggu laporan ya. Apakah itu akibat dari pengelupasan di hutan atau di kebun teh saya belum resmi mendapatkan informasi lengkap yang penting selamatkan dulu masyarakat evakuasi dulu setelah itu yang lain-lain dulu,” kata Ade.

Senada dengan Ade, Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan penyebab banjir akibat longsoran di atas bukit lokasi tersebut.
“Akibat longsoran di atas gunung mengakibatkan banjir bandang ke permukiman warga,” ujar Budi.

900 Warga Terdampak Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bogor, tercatat ada 900 jiwa terdampak banjir. Sementara ini, warga diungsikan ke rumah kerabat dan sebagian menempati Wisma PTPN 8 Gunung Mas. Namun mengenai kerugian materil masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Bogor.

“Kondisi di lokasi saat ini masih belum kondusif. Banjir susulan masih terjadi pada pukul 12.05 WIB,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati. BPBD Kabupaten Bogor melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan lembaga juga instansi terkait untuk melakukan assesment, evakuasi, dan penanganan banjir bandang tersebut.

Jalan Raya Puncak Tak Terdampak Banjir Bandang Gunung Mas, Arus Lalin Normal

Sementara mengenai kondisi di kawasan Jalan Puncak Bogor dipastikan tidak terdampak banjir bandang. Hal ini dipastikan Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Hasan Yasin.

“Kalau jalan di kampungnya kena, jalan raya puncak enggak,” ujar Hasan.
Hasan menambahkan, belum ada penambahan korban yang mengungsi akibat banjir bandang di desa tersebut. Semua korban telah mengungsi di sejumlah rumah keluarga dan Wisma PTPN 8 Gunung Mas.

“Emang nggak ada [tambahan korban], itu semua sudah keluar dari kampungnya,” tutur dia.

3 Rumah Warga Rusak, 161 KK Mengungsi

Dari data terbaru BPBD Jabar hingga Selasa malam, tercatat jumlah kerusakan bangunan akibat banjir bandang di Puncak sebanyak 4 unit. Terdiri dari 3 rumah dan 1 warung.

“3 unit rumah rusak berat, 1 unit warung rusak berat,” tulis keterangan resmi BPBD Jabar. BPBD Jabar juga memastikan hingga saat ini belum menerima laporan korban tewas. Namun ada 161 kepala keluarga terdampak banjir bandang ini.
“Total ada 637 jiwa mengungsi tersebar di Pondokan, Cirohani, Rawadulang dan Pengsiunan,” tulis BPBD Jabar.

Lebih lanjut, mengenai penyebab banjir bandang, sejauh ini akibat hujan dengan intensitas tinggi. Hujan tersebut kemudian memicu longsor.

Sumber : Kumparan.com

Baca Juga : Musim Hujan, Berikut Daftar Daerah Yang Harus Waspada Cuaca Ekstrem