Gerakan Jateng di Rumah Saja Berlaku Mulai 6 sampai 7 Februari

Gerakan Jateng di Rumah Saja Berlaku Mulai 6 sampai 7 Februari

Daerah Trending

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama bersama Aice, GP Ansor dan KSP menyerahkan Masker Medis SHIELD di wilayah Semarang dan Jawa Tengah Rabu (2/12/20). Apa yang dimaksud dengan Gerakan Jateng di Rumah Saja yang akan berlaku pada 6-7 Februari 2021. Berikut penjelasan dan detail aturannya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan kebijakan baru berupa Gerakan Jateng di Rumah Saja. Kebijakan ini dirilis untuk menekan tingginya penyebaran virus corona di Jawa Tengah.

Lantas, apakah itu  Gerakan Jateng di Rumah Saja? Rupanya  Gerakan Jateng di Rumah Saja adalah gerakan yang meminta warga Jawa Tengah tetap berada di rumah alias tidak keluar rumah pada hari yang telah ditentukan. Rencananya, gerakan Jateng di Rumah Saja akan diberlakukan pada Sabtu dan Minggu (6/7/2/2021).

“Hasil rapat dengan para Sekda dan Alhamdulillah sebagian besar setuju. Kira-kira kita siap pada tanggal 6-7 (Februari) untuk melakukan gerakan di rumah saja secara bersama-sama,” ucap Ganjar di rumah dinasnya.

Untuk mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja, sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan akan ditutup. Ganjar menyebut, penutupan sejumlah tempat itu bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih sekaligus penyemprotan disinfektan.

“Hanya dua hari tempat-tempat keramaian, pariwisata, toko, pasar, kita istirahat dulu. Nah, nanti pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih, tempat pariwisata juga ditutup dulu,” jelasnya.

Ganjar berharap, pelaksanaan Jateng di Rumah Saja dapat memunculkan kesadaran pada masyarakat. Sebab, pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat.

“Sehingga kita harapkan masyarakat dua hari tidak tumpah ruah di jalan. Semua ada di rumah dan kita minta partisipasi ini dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Ini sudah disiapkan surat edarannya nantinya agar per hari ini nanti bisa berjalan dengan baik,” kata beliau.

Adapun aturan Jateng di Rumah Saja tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/0001933 tanggal 2 Februari 2021. Isinya mengatur tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan Pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II di Jawa Tengah. Berikut detail aturan Jateng di Rumah sebagaimana dikutip kutubaca.com dari SE Gubernur Jateng Nomor 443.5/0001933 :

1. Berlaku pada 6-7 Februari 2021

Gerakan Jateng di Rumah Saja secara serentak akan dilaksanakan pada Sabtu (6/2/2021) dan Minggu (7/2/2021). Gerakan ini meminta semua masyarakat Jawa Tengah tinggal di rumah/kediaman/tempat tinggal masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memutus transmisi dan menekan penyebaran Covid19.

Baca Juga : PPKM Tidak Efektif Tekan Covid19 Kata Jokowi

2. Toko/Mall dan Pasar Tutup

Selama gerakan Jateng di Rumah Saja diberlakukan, seluruh tempat keramaian akan ditutup. Adapun daftar tempat yang ditutup sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal di wilayah masing-masing, di antaranya :

  • Penutupan car free day
  • Penutupan jalan
  • Penutupan toko/mall
  • Penutupan pasar
  • Penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi
  • Pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu)
  • Kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumuman (seperti pendidikan, event, dan lainnya)

3. Pengecualian untuk sektor esensial

Gerakan Jateng di Rumah Saja berlaku untuk semua komponen masyarakat. Namun, tidak berlaku bagi unsur yang terkait dengan sektor esensial, yaitu:

  • Kesehatan
  • Kebencanaan
  • Keamanan
  • Energi
  • Komunikasi dan teknologi informasi
  • Keuangan
  • Perbankan
  • Logistik dan kebutuhan pokok masyarakat
  • Perhotelan
  • Konstruksi
  • Industri strategis
  • Pelayanan dasar
  • Utilitas publik
  • Industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional

4. Gelar Operasi Yustisi

Untuk mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja, akan diadakan operasi serentak penegakan disiplin protokol kesehatan secara masif di Jawa Tengah. Pertama, operasi yustisi dengan melibatkan Satpol PP, Polri/TNI, dan instansi terkait di wilayah masing-masing. Kedua, mendorong lebih aktif peran camat dan kepala desa/kelurahan dalam operasi serentak serta operasionalisasi Jogo Tonggo untuk mendukung fungsi Puskesmas dalam pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatmen) dan promosi kesehatan.

5. Penurunan tingkat kasus kematian

Untuk mendorong penurunan tingkat kasus kematian Covid-19, Ganjar menghimbau :

  1. Percepatan penambahan ketersediaan Tempat Tidur (TT) Isolasi dan TT ICY untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta dengan proporsi aman (TT isolasi minimal 30 persen dari ketersediaan TT dan ketersediaan TT ICU minimal 15 TT)
  2. Meningkatkan pengoperasionalan tempat isolasi khusus/terpusat bagi warga yang menderita Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan untuk dikelola sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan fasilitas dan aset pemerintah dan hotel.

Selengkapnya, SE Gubernur Jateng Nomor 443.5/0001933 dapat Anda unduh lewat link di bawah ini.

Klik Disini : SE GUB Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada PPKM Tahap II Jateng

Sumber : Tribunnews.com

Baca Juga : PPKM Diperpanjang Sampai dengan 8 Februari, Berikut Zona Merah Jawa-Bali