Jack Ma Dikabarkan Muncul di Publik Setelah Sekian Lama Menghilang

Internasional Trending

Pendiri Alibaba, Jack Ma, cukup lama tak muncul ke publik setelah mengkritik kebijakan Pemerintah Cina secara terbuka dalam sebuah pidato. Jack Ma sempat mengkritik pemerintah China sebagai otoritas yang ‘ketinggalan zaman’.

Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, dikabarkan telah kembali muncul di hadapan publik. Media Tianmu News, portal berita di bawah Zhejiang Online yang didukung pemerintah Cina mengatakan Jack Ma bertemu dengan 100 guru pedesaan di melalui video meeting hari ini.

Mengutip Reuters, Rabu, 20 Januari 2021, penampilan Jack Ma di depan umum ini adalah yang pertama kali sejak Oktober.

Salah satu orang terkaya Cina, Jack Ma, menghilang setelah mengkritik kebijakan pemerintah Cina secara terbuka dalam sebuah pidato.

Jack Ma, 56 tahun, tidak terlihat di publik sejak Oktober lalu, menurut The Sun, 3 Januari 2021.

Jack Ma memperoleh kekayaannya setelah mendirikan Alibaba, yang dijuluki Amazon Asia, dan pernah menjadi tokoh favorit rezim komunis Cina

Namun, mantan guru bahasa Inggris itu tiba-tiba diganti sebagai juri di final Africa’s Business Heroes, sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula

Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi.

Ayah dari tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter bahwa dia “tidak sabar” untuk bertemu dengan semua kontestan.

“Karena konflik jadwal, Tuan Ma tidak dapat lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika awal tahun ini,” kata seorang juru bicara Alibaba.

Final berlangsung hanya beberapa minggu setelah Jack Ma berpidato yang mengecam regulator Cina dan bank-bank milik negara.

Bulan lalu, otoritas Cina tiba-tiba mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya.

Regulator Cina dan pejabat Partai Komunis telah mulai mengekang bisnis Jack Ma setelah mengkritik sistem peraturan negara pada bulan Oktober karena menghambat inovasi, Reuters melaporkan.

Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di Cina dan dikenal karena menyumbang ke berbagai badan amal global.

Selama pandemi virus corona, dia telah menyumbangkan puluhan juta masker wajah di seluruh dunia. Dan bahkan ketika ketegangan antara AS dan Cina semakin memanas, Jack Ma menyumbangkan 2.000 ventilator ke New York bersama rekannya Joe Tsai, yang diapresiasi Donald Trump, Daily Mail melaporkan.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter Jack Ma, yang biasanya memuat beberapa kicauan dalam sehari.

REUTERS

https://www.reuters.com/article/idUSKBN29P0CA?il=0

Sumber : Tempo.co