memelihara ikan cupang

Kesalahan Pemula Saat Akan Memelihara Ikan Cupang

Hobi TipsTrik

Tren memelihara hingga jual beli ikan cupang memang masih terus melonjak sampai saat ini sejak awal-awal pandemi Covid-19 terjadi. Ikan cupang dari beragam macam jenis seakan telah menjadi primadona bagi para pencinta ikan hias, sehingga ikan-ikan jenis lain seolah tersisihkan.

Warna pada sisik dan ekor ikan cupang adalah dua hal terpenting yang dianggap mampu memukau dan membius mata para pencinta ikan hias.  Apabila kamu seorang pemula yang mulai tertarik dan ingin bermain ikan cupang, penting untuk menghindari beberapa kesalahan agar terhindar dari hal yang merugikan.

Setidaknya ada 5 hal paling fatal yang dilakukan seseorang saat ingin memelihara ikan cupang, dilihat dari kanal Youtube Nuzzaik Bettagenetict, Rabu (20/1/2021).

1. Tergiur dengan harga murah
Kesalahan pertama yang sering dilakukan pemula adalah tergiur dengan harga murah. Mereka menginginkan ikan cupang yang bagus tapi dengan harga murah. Banyak pemula yang pintar dalam memilih ikan cupang yang bagus, sayangnya mereka tidak terlalu bijak dalam menentukan harga ikan cupang yang akan dibeli.

Sebagai contoh, saat seekor ikan cupang jenis tertentu di banderol dengan harga cukup tinggi oleh seorang penjual, tidak sedikit pemula akan mencari jenis yang sama dengan harga yang paling rendah kepada penjual lain sama menemukan harga yang cocok.

Padahal hal seperti ini sangat riskan dan harus dicurigai. Akibatnya, banyak pemula yang tertipu karena ikan cupang yang dibeli dengan harga murah ternyata tidak seperti yang diharapkan atau bahkan ikan cupang yang dibeli tidak pernah sampai ke rumah apabila dibeli secara online. Oleh karena itu, jangan pernah tergiur dengan ikan cupang yang bagus tapi memiliki harga jual yang murah atau kamu harus siap-siap tertipu.

2. Salah beli
Untuk seorang pemula, mereka awal-awal umumnya tidak tahu ikan apa yang mungkin itu menjadi sebuah passion atau hobinya, atau tidak merepotkan mereka.

Saat memilih ikan cupang untuk dijadikan peliharaan atau ‘mainan’ di rumah, mereka harus siap repot, karena dalam memelihara ikan cupang membutuhkan banyak tenaga, tindakan, dan waktu, meskipun itu hanya sekadar hobi saja.

Tapi jika seseorang dengan serius dalam memelihara ikan cupang, maka itu akan menghasilkan atau memuaskan.

3. Salah memilih tren
Saat ingin memelihara ikan cupang dan akan membelinya, penting memerhatikan tren yang sedang berkembang. Pilih ikan cupang yang menjadi tren dan menjanjikan, di mana apabila kamu serius dalam merawatnya bahkan sampai mengembangbiaknya, bisa terdapat potensi penjualan dengan harga yang tinggi atau fantastis yang menguntungkan.

Setiap pemula juga harus bisa membaca kira-kira jenis ikan cupang apa yang bakal benar-benar tren pada beberapa waktu mendatang, agar mereka bisa mempersiapkannya sejak dini untuk menciptakan ikan yang bagus yang prosesnya tidak mudah.

4. Salah memilih penjual
Hampir semua penjual ikan cupang yang sudah lama berkecimpung di dunia ikan cupang pasti memiliki beragam macam jenis ikan cupang, namun tidak semua penjual memiliki jenis ikan cupang dengan genetik yang bagus. Setiap pemula harus memilih seller atau penjual ikan cupang dengan reputasi yang baik dan bagus.

Seorang penjual harus benar-benar memerhatikan genetik ikan cupang yang dijual. Selain itu, seorang penjual ikan cupang juga harus mempunyai reputasi dalam penjualan yang bagus. Maksudnya, harga ikan cupang yang dijual harus flat atau datar, tidak menjual dengan harga tinggi di suatu momen tapi menjual dengan harga lebih rendah pada beberapa waktu berikutnya.

5. Minim referensi
Referensi yang dimaksud di sini adalah mempunyai role model sebagai acuan. Setiap pemula harus punya role model. Sebagai contoh, kamu perlu mengamati seorang breeder, perhatikan mereka memiliki ikan cupang apa saja, nah itu bisa menjadi referensi. Jadi saat breeder tersebut memiliki ‘amunisi’ kamu juga harus memilikinya.

Sumber : Kompas.com