Mbak You Revisi Ramalan Jokowi Lengser Karena Diancam Dipolisikan

Trending

Muannas Alaidid yang merupakan salah satu kuasa hukum dan politisi PSI menegaskan bakal melaporkan Mbak You dalam waktu dekat ke polisi. Laporan itu terkait ramalan Jokowi lengser.

Dalam hal ini, Muannas Alaidid menyebut Mbak You dengan sengaja menyebarkan informasi bohong terkait ramalan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Mbak You diketahui sempat menyebut Jokowi akan lengser tahun ini karena kerusuhan yang dibuat masyarakat. Hal ini dianggap dapat menimbulkan keresahan publik.

“Sengaja menyebarkan berita bohong dengan merevisi ramalan yang nyata-nyata dapat menimbulkan keresahan,” ujar Muannas.

Melihat perubahan-perubahan yang diramalkan Mbak You, Muannas Alaidid merasa hal ini termasuk dalam provokasi. Muannas turut menuturkan provokasi yang nantinya tercipta akan menimbulkan kegaduhan dalam bermasyarakat.

“Kalau berubah-ubah berarti niatnya bukan meramal, tapi memprovokasi yang berakibat menimbulkan kegaduhan,” lanjut Muannas.

Atas hal ini Muannas juga menegaskan Mbak You diduga melanggar Pasal 14 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hak pidana dengan ancaman 10 tahun penjara. Pasal ini juga menyangkut perihal penyebaran informasi bohong.

“Ini dilarang Pasal 14 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hak Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara sebagai perbuatan menyebarkan berita bohong,” ungkapnya.

Dalam hal ini Muannas Alaidid memastikan akan melaporkan Mbak You ke Polda Metro Jaya.

Meski tak diberitahu kapan ia akan menyambangi Polda, Muannas Alaidid tetap menegaskan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“(Melaporkan) Pasti tunggu aja. (Ke) Polda Metro Jaya,” tutur Muannas Alaidid.

Sebelumnya, Mbak You mengklarifikasi soal ramalannya.

“Banyak terawangan yang dipotong dan dikembangbiakkan tanpa kontrol seperti bola panas menggelinding. Jadi ada beberapa akun yang seolah saya berbicara seperti itu. Bicara saya dipotong tanpa bahasa yang jelas,” ujarnya dalam video di Channel YouTube Mbak You.

“Saya garis bawahi di sini jangan dipelintir lagi, saya jelaskan di sini jadi pertama saya ada di televisi 2013 lalu aksen bahasa saya dari lahir seperti ini, saya ngomong cepat, aksennya gantung, dan tidak jelas, tapi saya punya maksud agar semaksimal mungkin yang saya sampaikan mengerti dan memahami tapi berpikir positif,” lanjutnya.

“Yang saya maksud di tahun mendatang pergantian presiden itu di 2024 akan ada pergantian presiden, bukan presiden sekarang. Bukan 2021 tapi di saat nanti pergantian presiden nanti di 2024 akan ada ganti presiden. Bukan 2021 ganti presiden,” tuturnya.

“Di 2021 cuma ada politik memanas, perubahan dari reshuffle kabinet. Jadi saya minta tolong jangan dipenggal berita saya hanya untuk cari followers, menjatuhkan saya. Ini untuk ke sekian kali,” katanya.

“Saya jelaskan lagi tidak ada pergantian presiden 2021, tapi adanya reshuffle kabinet. Presiden hanya berganti di 2024. Jangan dipelintir lagi,” ujarnya.

Sumber : detik.com