panduan meditasi untuk kesehatan mental

Meditasi untuk Cek Kesehatan Mental Sendiri, Ikuti Panduan Berikut

Health Lifestyle

Meditasi membantu seseorang menjaga kesehatan mentalnya. Ingin mencoba? Simak 4 panduan dari pakar berikut ini.

Dengan meditasi, seseorang bisa melakukan pengecekan terhadap kesehatan mentalnya.

“Ini semacam mengubah pola pikir, misalnya dari memberikan pertanyaan yang biasa diajukan kepada teman kemudian pertanyaan tersebut dibalikkan untuk diri Anda sendiri,” kata Vaile Wright, direktur senior inovasi perawatan kesehatan di American Psychological Association.

Melansir dari Medical Xpress, Wright dan Lynn Bufka, direktur eksekutif asosiasi untuk penelitian di The American Psychological Association berbicara tentang cara melakukan pemeriksaan kesehatan mental secara mandiri. Menurut mereka, berikut beberapa cara memahami kesehatan mental Anda, antara lain :

1. Temukan tempat yang tenang

Mungkin sulit untuk mendengarkan apa yang dikatakan otak ketika kita sedang bekerja atau merawat orang lain. Wright mengatakan bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan mental sendiri, Anda perlu ketenangan.

“Kita terbiasa dengan banyak tugas sehingga tidak benar-benar memberi diri sendiri ruang untuk duduk dan merenung,” kata Wright.

“Menjadwalkan waktu untuk diri sendiri akan menjadi komponen penting,” imbuhanya.

2. Mulailah dengan pertanyaan gambaran besar

Ukuran kesejahteraan yang penting adalah apakah Anda dapat bekerja dan melakukan kehidupan sehari-hari.

“Salah satu indikator terbesarnya adalah apakah orang tersebut benar-benar mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Bufka.

“Apakah Anda mampu memenuhi peran Anda sebagai ibu, guru, pasangan, anak perempuan?” ujarnya.

Jika Anda tak bisa berperan seperti biasa, maka mungkin Anda mengalami berbagai masalah kesehatan mental.

3. Perhatikan perasaan dan perilaku Anda

Tidak ada kondisi dasar seseorang yang sama, jadi para ahli mengatakan penting untuk melihat perubahan suasana hati Anda. Pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri, antara lain:

-Bagaimana perilaku saya berubah?
-Bagaimana perasaan saya berubah?
-Apakah saya masih menemukan kegembiraan dalam hal-hal yang pernah membuat saya bahagia?
-Apakah saya mudah tersinggung atau membentak orang?
-Apakah saya membuat masalah lebih dari biasanya?
-Apakah saya menghindari orang?

4. Lihatlah perubahan pada tubuh

Tubuh kita mencoba dan berkomunikasi saat otak kita tidak sehat. Kesehatan mental dan kesehatan fisik terkait erat. Dalam hal ini, beberapa pertanyaan soal masalah fisik mungkin bisa jadi tanda masalah mental, antara lain:

-Bagaimana saya tidur?
-Apakah saya makan dengan baik?
-Apakah saya menggertakkan gigi?
-Apakah saya merasakan ketegangan otot di leher atau bahu saya?
-Apakah saya aktif seperti biasanya?

Selain beberapa faktor di atas, Anda juga perlu mempertimbangkan durasi gejala yang Anda alami. Para ahli mengatakan dari sudut pandang diagnostik, jika Anda merasa sedih atau murung lebih dari dua minggu, maka menjadi tanda masalah mental dan memerlukan intervensi medis.

Sumber : Suara.com