Tanaman Hias Ini Berfungsi Sebagai Penetral Racun dalam Ruangan

Health TipsTrik

Manusia dan senyawa kimia merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan saat ini. Hampir semua peralatan rumah tangga didominasi dengan senyawa kimia baik yang berbentuk padat, cair, maupun gas.

Bahan bakar, lem, cat dinding, hingga sabun tersusun atas senyawa kimia yang beberapa dapat kita cium baunya. Meskipun kita gunakan sehari-hari, bukan berarti benda-benda tersebut tidak dapat memaparkan bahaya.

Dalam proses pembuatannya, tidak jarang akan ditambahkan atau secara tidak langsung menghasilkan senyawa-senyawa berbahaya seperti benzena, toluena, formaldehida, karbon monoksida, trikloroetilena, dan xilena.
Bahaya dari paparan senyawa-senyawa tersebut saat di ruangan dapat menimbulkan gejala-gejala seperti sakit kepala, keracunan, menurunnya vitalitas sperma, hingga risiko kanker yang meningkat.

Berikut 7 tanaman hias sekaligus penetral racun yang dapat di jadikan pemanis ruangan di rumah.

  1. Lidah Buaya (Aloe vera)

Tanaman ini terkenal dengan senyawa anti radang di dalamnya. Tidak jarang digunakan untuk mengobati luka bakar dan pemulihan luka. Lidah buaya akan tumbuh bagus di ruangan hangat dengan pencahayaan yang cukup. Indikator ketika terlalu banyak senyawa kimia beracun di dalam ruangan adalah, bagian ujung daunnya akan timbul bintik kecoklatan. Lidah buaya akan membantu penyerapan seyawa formaldehida.

2. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

Tanaman ini berwarna hijau dengan garis kuning di bagian tepinya, jika dibiarkan dapat tumbuh tinggi hingga dua meter. Jika Anda mempunyai area ruangan yang luas, tanaman ini sangat cocok dijadikan hiasan sekaligus penangkal racun. Jangan terlalu sering menyiram tanaman lidah mertua karena habitatnya adalah di tempat kering. Tanaman ini dapat menyerap jenis senyawa formaldehida, trikloroetilena, benzena, dan xilena.

3. Lili Paris (Chlorophytum comosum)

Lili Paris sangat cocok bagi Anda yang masih pemula dalam hal bercocok tanam. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam kondisi apa pun termasuk di lingkungan yang dingin dengan suhu hingga dua derajat Celsius. Lili paris dapat menyerap jenis senyawa beracun jenis formaldehida dan xilena.

4. Lili Perdamaian (Spathiphyllum)

Mempunyai daun berwarna hijau mengkilat dan bunga berwarna putih segar, tanaman ini sangat cantik untuk diletakkan di ruang tamu maupun di tempat yang terkena cahaya matahari. Perawatannya cukup disiram satu kali dalam satu minggu. Tanaman ini dapat menyerap racun jenis benzena, karbon monoksida, formaldehida, xilena, dan trikloroetilena.

5. Sirih Gading (Epipremnun aureum)

Sirih gading sangat mudah ditanam dan bisa memberikan aksen warna yang menarik di dalam ruangan. Sirih gading mempunyai kemampuan untuk menyerap jenis racun dari xilena, benzena, formaldehida, dan trikloroetilena.

6. Pakis Pedang (Nephrolepis exaltata)

Merupakan kelompok tumbuhan paku yang sangat mudah tumbuh di tempat lembab. Daunnya berwarna hijau segar sangat menyejukkan mata. Perawatan pakis pedang juga sangat mudah dilakukan, cukup di semprot secara berkala di bagian daun dan tanah agar kelembapannya terjaga. Jangan lupa juga agar dirapikan secara berkala karena tanaman ini cepat bertambah banyak. Pakis pedang dapat menyerap racun jenis formaldehida dan xilena.

7. Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Tanaman palem selalu indah dipandang, dengan bentuk daun memanjang yang teratur dan warna pohon yang berbeda-beda, tanam ini dapat memberikan kesan sejuk dan bersih. Jika Anda mempunyai ruangan berukuran besar maupun tempat terbuka yang luas, tanaman ini sangat cocok ditanam dan dijadikan hiasan di dalam rumah maupun di halaman. Palem kuning dapat menetralisir senyawa benzene, karbon monoksida, fromaldehida, trikloroetilena, dan xilena.

Sumber:  Kumparan.com