Tata Cara Memotong Kuku Menurut Islam

Tata Cara Memotong Kuku Menurut Islam

Islam TipsTrik

Tata Cara Memotong Kuku Menurut Islam – Mungkin diantara kita ketika memotong kuku dimulai dari tangan kiri atau tangan kanan. Suka asal – asalan dalam memotongnya. Dalam hukum islam, kuku tidak seharusnya diabaikan oleh umat muslim.Misalnya ketika umat muslim dalam keadaan ihram haji/umrah akan didenda dengan membayar dam ketika belum memotong kuku. Juga dapat menyebabkan tidak sah wudhu atau mandi junub jika air tidak sampai ke kuku.

Berikut penjelasan mengenai kuku sesuai dengan hukum islam, antara lain:

1. Cara dan Benda Untuk Memotong Kuku

Menurut Imam An-Nawawi, sunah memotong kuku bermula jari tangan kanan yaitu:

Pada kuku tangan:

1. Mulai dari Jari Telunjuk tangan kanan
2. Jari Tengah tangan kanan
3. Jari Manis tangan kanan
4. Jari Kelingking tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan)
5. Jari Kelingking tangan kiri
6. Jari Manis tangan kiri
7. Jari Tengah tangan kiri
8. Jari Telunjuk tangan kiri
9. Ibu Jari tangan kiri
10. Ibu Jari tangan kanan

Mulai dari kanan, penghabisan sebelah kiri yaitu kelingking kiri. Mulai dari kelingking Kanan dan bergerak ke jari-jari lain di sebelah kiri jari kelingking kanan .

Sebaiknya memulai memotong kuku dengan membaca Bismillah dan sholawat Nabi. Sementara alat yang digunakan dapat berupa pisau, gunting atau benda khusus yang tidak menyebabkan mudharat pada kuku atau jari seperti alat pemotong kuku.

Setelah selesai , sebaiknya segera membasuh tangan dengan air. Ini karena jika seseorang itu menggaruk anggota badan, dikhawatirkan akan menyebabkan penyakit kusta. Mneurut kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah dalam Mahzab Hanafi bahwa makruh memotong kuku dengan menggunakan gigi juga dapat menyebabkan penyakit kusta.

2. Hukum dan Himah Memotong Kuku

Memotong kuku adalah amalan sunah. Sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Aisyah RA, “Sepuluh perkara yang termasuk dalam fitrah (sunnah): memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, membasuh sendi-sendi, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu ari-ari, bersuci dengan air.

Berkata Zakaria ‘berkata Mus’ab’, aku lupa yang kesepuluh kecuali berkumur”. Ini adalah bentuk menghilangkan segala kotoran yang melekat dicelah kuku, apalagi jika kuku dibiarkan panjang.

Penelitian-penelitian kedokteran mengungkapkan kepada kita bahwa kuku yang panjang dapat mengundang penyakit, karena jutaan kuman akan bersarang di bawahnya.

Penemuan ini menjelaskan kepada manusia sebagian hikmah di balik hadits Rasulullah, yaitu hadits tentang sunnah-sunnah fitrah yang diwasiatkan oleh Nabi. Hadits ini adalah pondasi kebersihan individu.

3. Waktu Memotong Kuku

Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Annas bin Maik, “Telah ditentukan waktu memotong kumis, kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari agar tidak membiarkannya lebih dari pada 40 malam”.

Adapun menurut Imam asy-Syafi’e dan ulama-ulama asy-syafi’eyah, “Sunnah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sholat ju’mat sebagaimana disunahkan untuk mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat jum’at”. (HR Muslim)

Dalam hadist lain, sabda Rasulullah, “Barang siapa yang mandi pada hari Jumaat, bersugi (bersiwak), berwangi-wangian jika memilikinya dan memakai pakaian yang terbaik, kemudian keluar rumah hingga sampai ke masjid, dia tidak melangkahi orang yang sudah bersaf, kemudian mengerjakan sembahyang apa saja (sembahyang sunat), dia diam ketika imam keluar (berkhutbah) dan tidak berkata-kata hingga selesai mengerjakan sembahyang, maka jadilah penebus dosa antara Jumaat itu dan Jumaat sebelumnya”. (HR Ahmad)

Rasulullah bersabda jika menggunting kuku pada:

– Hari Minggu : niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
– Hari Senin : niscaya akan keluarnya gila dan masuknya sehat
– Hari Selasa : niscaya keluar daripadanya sehat dan masuknya penyakit
– Hari Rabu : niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
– Hari Kamis : niscaya keluar daripadanya gila dan masuknya sembuh dari penyakit
– Hari Jumat : niscaya keluar dosa-dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya dan masuknya rahmat dari Allah SWT
– Hari Sabtu : niscaya akan keluar obat dan masuknya penyakit

Waktu baik untuk potong kuku Senin, Kamis, Jumat. Karena yang sering digunakan untuk ibadah sunnah adalah hari-hari itu.

4. Menanam Potongan Kuku

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Fath al- Bari, bahwa Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘anhu dianjurkan menanam potongan kuku setalah memotongnya.

5. Memanjangkan Kuku dan Mewarnainya

Memanjangkan kuku dan membiarkan tanpa dipotong adalah perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi, karena beliau menganjurkan supaya memotong kuku.

Jika dibiarkan kuku itu panjang, niscaya akan banyak perkara-perkara yang membatalkan wudhu, mandi wajib, dan lain sebagainya.

Adapun dalam hal mewarnai kuku, perempuan yang bersuami adalah haram hukumya unutuk mewarnai kuku jika suaminya tidak mengijinkan. Sementara perempuan yang tidak bersuami haram pula hukumnya mewarnai kuku. Demikian juga jika pewarna itu berasal dari benda najis karena akan menghalangi air saat berwudhu ataupun saat mandi besar.

6. Memotong Kuku Saat Haid, Nifas dan Junub

Menurut kitab Al-Ihya, jika seseorang dalam keadaan junub atau berhadas besar, janganlah memotong kuku, memotong rambut atau memotong sesuatu apapun dari badannya sebelum mandi junub. Karena segala potongan itu, diakhirat akan kembali padanya dengan keadaan junub.

Demikian penjelasan mengenai tata cara memotong kuku. Semoga dapat menambah pengetahuan pembaca.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menaati dan mengingat Nya. Aamiin

Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Apa Itu Isra Miraj? Berikut Pengertian dan Cara Memperingati Isra Miraj